Literasi Rabu Smkn 9 Jakarta
KEGIATAN LITERASI RABU DI SMKN 9 JAKARTA
KELAS : X-AP1
1. Kata pengantar
Puji syukur saya ucapkan kepada Allah SWT. Yang telah memberikan petunjuk dan hidayah Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan penulisan laporan tentang "Literasi Rabu Smkn 9 Jakarta" sekalipun waktu yang tersedia sangat singkat namun dengan bantuan Nya, akhirnya saya dapat menyelesaikan laporan ini.
Saya menyadari pengembangan buku ini masih banyak terdapat kekurangan dan masih memerlukan perbaikan. Oleh karena itu, berbagai masukan dam saran dari pengguna dan pemerhati untuk menyempurnakan laporan saya ini.
2. Laporan
Setiap hari Rabu, SMKN 9 Jakarta selalu mengadakan literasi bersama di lapangan. Literasi biasa dilakukan jam 06.15 dan berakhir jam 06.45. Buku yang biasa kami baca adalah novel remaja yang bermanfaat atau bisa juga buku lain yang menambah pengetahuan. Sebelum membaca biasanya kami berdoa bersama agar buku yang kita baca dapat bermanfaat untuk kami kedepannya.
Setelah selesai bel berbunyi menandakan bahwa waktu Literasi sudah berakhir, maka salah satu dari kami harus maju kedepan untuk menceritakan sedikit tentang buku yang ia baca tadi. Setelah itu lagu Indonesia Raya menyala dan kami segera berdiri dan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama dilapangan SMKN 9 Jakarta.
3. Tujuan dari penulisan laporan
- Siswa siswi smkn 9 dapat termotivasi untuk mengikuti Literasi Rabu di smkn 9 jakarta
- Kegiatan Literasi Rabu tetap berlanjut
- Memberi informasi pada pembaca tentang Literasi Rabu di Smkn 9 Jakarta
4. Manfaat Literasi Rabu
- Menambah minat dan daya baca siswa-siswi
- Memberi pengetahuan lebih
- Membentuk kebiasaan membaca
5. RESENSI NOVEL HUJAN
A. Indentitas Buku
Judul buku : Hujan
Warna sampul : Biru muda dan putih
Penulis : Darwis Tere Liye
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : ke-1, Januari 2016
Tebal Halaman : 320 halaman
B. inopsis buku
Berawal dari pertemuan Lail dengan Elijah di sebuah ruangan terapi. Lail menemui Elijah hanya untuk satu tujuan: ingin menghapus ingatannya tentang hujan. Lail sangat ingin melupakan hujan, baginya hujan selalu turun dimasa tergelapnya.
Delapan tahun yang lalu, 21 Mei 2042. Bayi ke sepuluh miliar lahir ke dunia. Saat itu pertambahan penduduk bumi tidak dapat lagi dibendung, ketika dunia sedang mencari jalan keluar permasalahan merebaknya orang-orang di bumi ditambah krisis air yang mencekik, tiba-tiba alam menyediakan solusinya tersendiri.
Letusan gunung Purba terjadi dengan sangat dahsyat, menyemburkan material vulkanik setinggi 80 kilometer yang menghancurkan apa saja dalam radius ribuan kilometer. Suara letusan terdengar sampai jarak 10.000 kilometer. Letusan itu tak disangka berhasil mengurangi jumlah penduduk di dunia hanya dalam waktu hitungan menit.
Lail yang waktu itu masih berusia 13 tahun, mendadak sebatang kara. Kedua orang tuanya meninggal dalam kejadian yang tak terlupakan oleh dunia.Takdir membawa Lail bertemu dengan Esok. Laki-laki yang menyelamatkannya dari reruntuhan tangga kereta api bawah tanah. Esok masih berusia 15 tahun saat itu.
Esok adalah anak yang cerdas dan baik. Ia dan Lail berteman sangat dekat semenjak kejadian itu, Esok pun menjadi sosok kakak untuk Lail, yang kelak ia akan menjadi sosok yang sangat berharga bagi Lail.
Suatu hari ada kabar Esok akan diadobsi oleh orang kaya, hal itu membuat Lail sedih. Mereka harus berpisah, entah kapan akan bertemu lagi, tak ada yang tahu pasti. Sementara Lail masuk ke panti sosial, tempat penampungan anak-anak seusianya. Di Panti Sosial inilah Lail bertemu dengan Maryam, gadis kecil yang akan menjadi sahabat baik Lail.
Dengan tegar Lail menjalani hidupnya, waktu berlalu begitu cepat. Hari berganti hari, iklim pun terus berubah. Lail beranjak tumbuh dewasa, sambil terus menerka-nerka: kan kemana ujung kisah hidupnya akan bermuara.
Segala pahit manis kehidupan telah di laluinya, berjuta memori mengisi hari-hari Lail. Tentang kebahagiaan, tentang kesedihan, tentang pertemuan, tentang perpisahan, tentang cinta, tentang hujan. Semuanya berkelanyut di kepala Lail, berkeliling, menambah kalut pikirannya. Bak benang kusut, susah untuk di benahi. Membuat Lail sedih, bingung dan merasa sesak, yang akhirnya Lail nekat menemui dokter ahli saraf untuk menghapus sebagian ingatannya, yakni ingatannya tentang hujan, terutama tentang Esok.
C. Keunggulan dan kelemahan buku
Kelebihan dari novel Hujan ini adalah sampul dan warnanya bagus. Kisah ceritanya menarik untuk disimak dan mendewasakan pikiran serta hati pembaca. Alur cerita yang mengalir serta konflik batin yang ditonjolkan dalam novel ini mampu membuat pembaca terhanyut dan ikut merasakan kejadian demi kejadian dengan seksama.
Saya tidak menemukan kekurangan dari novel Hujan karya Tere Liye ini.
D. Kesimpulan
Terlepas dari itu semua, novel ini sangat layak untuk dibaca oleh semua jenis umur, baik remaja, dewasa maupun orang tua, serta dapat dibaca oleh semua lapisan masyarakat, karena bahasa yang digunakan mudah dipahami dan nilai-nilai yang didapat akan mampu memberikan banyak pelajaran berharga.
6. Penutup
Mungkin itu saja yang bisa saya laporkan, jika ada kata-kata yang kurang baik mohon dimaafkan. Terimakasih sudah membaca laporan saya yang singkat ini. Saya u



nicee say
BalasHapusBagus
BalasHapusMantap gan:v
BalasHapusguud
BalasHapusBaguss
BalasHapusSuka
BalasHapusbermanfaat sekali👍
BalasHapusmantebbbbb
BalasHapusSuka
BalasHapuskreatif!!
BalasHapusBagus
BalasHapusMantuul
BalasHapussukaaa👍
BalasHapusGood job Mirr 💕
BalasHapusGood job Mirr 💕
BalasHapusWah keren juga nih
BalasHapusmantap
BalasHapus